Review How to Become Profesional Magician by Dui Montero

Dui Montero adalah salah satu magician senior di Indonesia, dan beberapa bulan lalu beliau mengeluarkan buku yang berjudul How to Become Profesional Magician.
Dari sudut pandang saya buku ini sangat bagus sekali terutama untuk magician junior yang masih terus belajar. Selama ini kita sebagai magician junior selalu belajar trik dan lupa belajar teori sulap dan tidak mau belajar lebih dalam tentang apa itu sulap. Ya, kita stuck pada learn sleight and trick.

Kita tidak akan mendapatkan trik sulap dalam buku ini, namun banyak pengetahuan-pengetahuan penting mengenai sulap yang akan akan kita dapat dalam buku ini. Seperti Prinsip Dasar Sleight of Hand, Efek mendasar dalam pertunjukan sulap, routine, esensi sulap, dan lain-lain yang mana itu adalah pengetahuan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap magician.

Buku How to Become Profesional Magician ini tersedia dalam bentuk hardcopy dan softcopy (ebok) yang bisa Anda pesan langsung ke penulisnya Dui Montero

Biografi Dai Vernon

Dai Vernon

Dai Vernon (11 Juni 1894 - 21 Agustus 1992), alias The Professor, adalah seorang Pesulap Kanada. Kemahirannya dalam sleight of hand dan pengetahuannya yang luas membuatnya dihormati oleh temannya sesama Pesulap. Pengaruhnya dalam dunia sulap cukup besar, dan dia adalah seorang mentor bagi banyak pesulap terkenal. Ia menjalani tahun-tahun terakhirnya di Magic Castle

Biografi

Ia lahir di Ottawa dengan nama David Frederick Wingfield Verner. Dia sering menyebutkan bahwa ia telah belajar trik pertama dari ayahnya pada usia tujuh, dan dia menambahkan bahwa ia telah "menyia-nyiakan 6 tahun pertama" dalam hidupnya. Ayahnya adalah seorang pekerja pemerintah dan pesulap amatir. Ia bersekolah di teknik mesin di Royal Military College of Canada di Kingston, Ontario, tetapi karena Perang Dunia I ia pindah ke New York City.

Vernon pertama kali jatuh cinta dengan sulap ketika ia berusia tujuh tahun setelah ayahnya mengajaknya untuk melihat pertunjukan sulap. Buku sulap pertama yang ia miliki adalah buku sulap kartu yang paling terkenal, Expert Card Table, by S.W. Erdnase. Pada saat ia berusia 13 tahun, ia telah hafal isi dari buku tersebut. Dia pernah bertemu Pesulap pendatang muda yang terkenal dari kotanya, namanya adalah Cliff Green, Cliff Green ertanya pada Vernon, "Sulap jenis apa yang kamu lakukan?" Vernon merespon dengan meminta dia untuk menyebutkan sebuah kartu. Setelah mengambil satu pak kartu dari dalam sakunya, Vernon membuka kartu paling atas dari tumpukan dan kartu tersebut dalah kartu yang disebutkan Green, dan kemudian dia menjawab pertanyaan Green yang saat itu diam tanpa kata, "Itulah jenis sulap yang saya lakukan. Sulap jenis apa yang kamu lakukan?"

Sebagai seorang pemuda, Vernon pindah ke New York, di mana di ruang belakang toko sulap Clyde Powers ', ia bertemu dan bercengkrama dengan banyak penyihir besar era itu, termasuk Dr James William Elliott dan Harry Kellar.

Dia pertama kali menggunakan nama "Dai" setelah sebuah surat kabar menggunakan nama tersebut untuk menggantikan nama "David", surat kabar tersebut sebenarnya telah menggunakan julukan Welsh untuk David. Ketika Verner pertama kali pindah ke Amerika, anggota laki-laki dari sepasang ice skating populer kala itu memiliki nama Vernon, orang-orang Amerika terus mengira bahwa nama terakhir Verner sama dengan Ice Skater populer pada masa itu, dan akhirnya si Verner menjadi kesal dan capek mengoreksi orang-orang yang salah menyebut nama belakangnya dan kemudian ia mengadopsi "Vernon" sebagai nama belakangnya.

Karena pengetahuan yang luar biasa tentang, sleight of hand, dan sulap, Vernon dikenal sebagai The Professor. Harry Houdini (saat itu menyebut dirinya sebagai "The King of Kards") sering membual bahwa jika ia melihat sebuah trik kartu yang dilakukan tiga kali berturut-turut ia akan mampu untuk mencari tahu rahasianya. Vernon kemudian menunjukkan Houdini trik Ambitious Card. Houdini menyaksikan Vernon melakukan trik tersebut tujuh kali, tiap kali ia bersikeras menyuruh Vernon agar "melakukannya lagi." Akhirnya, istri Houdini dan teman-teman Vernon berkata, "Face it, Houdini, you're fooled." Selang beberapa tahun setelah itu, Vernon menggunakan judul The Man Who Fooled Houdini dalam iklannya.

Dai Vernon menghabiskan sebagian besar masa hidupnya untuk bepergian ke seluruh Amerika Serikat untuk mencari card cheats, dan siapa saja yang mungkin tahu apapun tentang sleight of hand with card. Dia terkenal memegang hak cipta untuk banyak karya yang diterbitkan dalam Jean Hugard and Frederick Braue's Expert Card Technique, meskipun edisi selanjutnya dimasukkan satu bab tambahan yang mengakui kontribusi Vernon. Bahkan, sebagian besar dari sleight of hand telah ditemukan oleh Vernon selama pencarian bertahun-tahun.

Vernon merupakan salah satu sleight of hand artists yang berpengetahuan luas yang pernah hidup dan, dengan Ed Marlo, mereka adalah Card Magician yang paling berpengaruh pada abad ke-20. Di antara pesulap lain, dia memegang hak cipta dengan menciptakan atau meningkatkan banyak standar efek close-up dengan kartu, koin, dan barang-barang kecil lainnya. "Standar" Cups and balls routine dan 6-Rings, "Symphony of the Rings" tetap menjadi salah satu Chinese linking rings routines yang paling populer dan yang di gunakan hingga saat ini.

Vernon menghabiskan tiga puluh tahun terakhir hidupnya sebagai Magician-in-Residence di The Magic Castle di Los Angeles, California. Di sana ia membimbing banyak pesulap terkenal seperti Ricky Jay, Persi Diaconis, Doug Henning, Larry Jennings, Michael Ammar dan John Carney.

Kematian

Dia meninggal pada 21 Agustus 1992 di Ramona, County of San Diego, California. Dia dikremasi, dan abunya dimakamkan di Magic Castle..

Karya

* Dai Vernon's Book of Magic
* Inner Secrets of Card Magic
* More Inner Secrets of Card Magic
* Further Inner Secrets of Card Magic
* Ultimate Secrets of Card Magic
* Dai Vernon's Tribute to Nate Leipzig
* Mallini & His Magic
* The Dai Vernon Essential (Collected Work)
* The Symphony of the Rings



Dai Vernon - The Spirit Of Magic