PACAR ORANG

Hai pacar orang, bagaimana kabarmu? Aku harap kamu saat ini sedang bahagia  bersama kekasihmu.
Hai pacar orang, tidakkah kau merindukanku? Aku tahu tak secuil pun kamu mengucap kata rindu padaku, tapi di sosial mediamu kamu berteriak bahwa kamu sungguh merinduku.
Hai pacar orang, aku tahu kalau kamu menaruh hati padaku. Tapi ada pertengtangan dalam diri ini, yang satu berkata tak ada salahnya jika aku bersamamu dan yang lain berkata jangan!
Selama janur kuning belum melengkung masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi.  Disadari atau tidak kamu berusaha meyakinkan hal itu padaku. Berharp aku membawau ke kisah yang lain yang mungkin lebih indah dari yang sekarang.
Hai pacar orang, tahukah kamu soal kisahku dulu? Tahukah kamu apa yang aku pelajari dan apa yang aku yakini sedari dulu?
Aku pernah berada di posisi dimana kekasihku memilih jalan yang saat ini juga ingin kamu pilih, yang ada akhirnya aku utuskan agar dia menjalani kisah bersama orang baru tersebut.
Setelah kejadiaan tersebut  aku berkata pada diriku sendiri,”Jangan melakukan hal yang sama, agar tak terulang kisah yang sama pada orang lain”. Dari situ aku belajar, agar aku tidak menjadi seperti kekasihku yang dulu atau menjadi pria yang bersama kekasihku dulu.
Aku harap secuil kisahku itu bisa membuatmu sadar, kenapa aku tak bisa memilih bersamamu. Karena ada hal yang berkecamuk dalam hati ini bila aku memilih bersamamu sedang kamu masih punya status hubungan dengan kekasihmu.
Namun ada satu kabar gembira. Aku bisa saja menjalin kisah bersamamu, asal kamu sudah tak lagi bersama kekasihmu.



Leave a Reply

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang.