TAK ADA SAHABAT SEJATI, YANG ADA HANYALAH KEPENTINGAN

Perlu waktu beberapa tahun bagi saya untuk benar-benar memahami makna dibalik kutipan dari Khalil Gibran tersebut. Mungkin suatu saat dengan seiring berjalannya waktu, bertambahnya usia, dan berubahnya pemahaman, saya juga akan mendapati pemahaman baru tentang quote/kutipan tersebut.



Waktu usia kecil dan remaja dulu kita pasti pernah merasakan indahnya persahabatan/pertemanan. Seakan-akan tak akan ada yang akan memisahkan tali persahabatan yang kala itu tengah indah terjalin. Tak jarang janji pun dibuat untuk tetap setia menjadi kawan baik (selamanya) bila kelak waktunya berpisah tiba. Entah terpisah karena sudah lulus dan beda sekolah, terpisah karena sudah beda kesibukan dan pekerjaan, atau terpisah karena sudah beda tempat tinggal.

Tak jarang saya dapati bahwa sahabat yang dulunya sangat dekat dengan saya sekarang malah agak sedikit canggung bila ngobrol dan bertemu. Lalu bagaimana dengan teman yang dulunya tidak terlalu dekat? Pastinya kalau bertemu hanya sekedar sapa atau basa-basi dan setelah itu melanglang pergi. Ada pula yang pura-pura lupa atau tidak kenal, mungkin segan..

Mungkin Anda pernah heran dengan seorang teman yang dulunya dekat dan hangat, sekarang malah cuek dan seolah kurang peduli dengan teman lamanya. Diajak reunian tidak mau mau, waktu didatangi ke rumahnya malah balik bertanya,"Ngapain kamu kesini?".
Kesal? Siapa juga yang tidak kesal jika diperlakukan seperti itu. Namun yang perlu disadari disini adalah tak selamanya orang itu sama seperti dulu. Setiap orang berubah tiap waktunya, seperti sungai Gangga yang isinya terus berubah setiap detik.
Teman-teman sekolah kita yang dulu hangat dan dekat itu mereka dulu masih punya kepentingan dengan kita. Kepentingan ingin bisa sharing, kepentingan untuk bisa menyelesaikan tugas, kepentingan untuk bisa bercengkrama, kepentingan untuk bisa bersama. Namun seiring berjalannya waktu, teman kita punya dunia yang baru, lingkungan baru, kepentingan baru. Dan mungkin saja kita sudah tidak termasuk lagi dalam kepentingannya. Bukankah tak jarang kita sendiri juga seperti itu?
Lalu bagaimana dengan teman lama yang masih mau diajak ngumpul dan reuni? Ya berarti masih ada kepentingan disitu, kepentingan ingin sama-sama melepas rindu.

Dan apakah Anda pernah punya teman yang lama tidak ada ada kabar lalu tiba-tiba muncul dan tanya-tanya kabar. Dan Anda sendiri pasti tahu bahwa teman Anda ini ujung-ujungnya mau pinjam uang. Hahaha. Seperti itulah, mereka akan datang bila ada kepentingan, dan pergi bila kepentingannya telah selesai.

Dan satu lagi. Ketika Anda jatuh cinta pada seseorang, Anda akan berusaha memuaskan kepentingan Anda, kepentingan agar bisa bersama dan memiliki dia. Dan disitu saat Anda dan dia sudah memadu kasih, seakan-akan Anda berdua tidak akan dan tidak ingin terpisah satu sama lain. Anda berdua punya kepentingan untuk saling mencintai dan dicintai. Namun ketika masalah demi masalah datang, dan Anda berdua merasa hubungan tersebut tidak bisa dilanjutkan, dan memutuskan untuk berpisah, kepentingan Anda berdua pun telah selesai. Dan tak jarang yang dulu saling mencintai sekarang telah lupa sama sekali. Ya, karena semua kepentingan untuk saling mencintai sudah tidak ada lagi.

Semua akan datang dan pergi pada waktunya. Semua akan pergi bila kepentingannya telah telah selesai. Just move on and let it go.

Leave a Reply

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang.