MENJADI MANUSIA

Suatu hari ketika saya masih duduk dibangku kelas 3 SMP, saya dan teman-teman sekelas di hukum di tengah lapangan gara-gara saat itu anak-anak rame waktu jam kosong dan kelasnya juga kotor. Saya dan ketua kelas saya waktu itu yang bernama Sigit, berdiri di depan dan mendapat pukulan paling keras dari yang lain tepat di betis bagian belakang. Ya karena saat itu kami berdua asyik internetan di lab komputer, saat itu pula pertama kalinya saya mendapat email yang berisikan video orang memasukkan koin ke dalam matanya dan menariknya kembali keluar, dan sekarang saya tahu orang tersebut ternyata bernama Ben Seidman.

Setelah aksi hukuman pukulan di kaki, Guru saya bertanya,"Kamu mau jadi setan apa malaikat?". Teman saya menjawab,"Malaikat pak". Saat itu hati kecil saya berteriak,"Saya ingin jadi manusia!". namun dengan berat hati dan terpaksa supaya tidak berlarut-larut dan mendapat pukulan tambahan saya menjawab,"Jadi malaikat pak".


Dewasa ini saya baru bisa menjawab kenapa dulu hati kecil saya berteriak ingin menjadi manusia saja. Karena dengan menjadi manusia kita menjadi setan dan malaikat. Kalau pun jadi setan, kita hanya bisa melakukan hal-hal dan sifat (jahat) yang hanya bisa dimiliki dan dilakukan oleh setan. Kalau jadi malaikat, ya malaikat yang mana dulu? Pecabut nyawa? Penjaga neraka? hehehe. Kalau jadi malaikat ya kita hanya punya sifat-sifat malaikat yang baik, taat, tidak pernah melanggar perintah, dan sifat malaikat lainnya.

Namun dengan menjadi manusia kita bisa memeliki sekaligus  sifat setan dan malaikat. Andai manusia tidak punya sifat pemarah (setan), mungkin kita tidak bisa marah bila ada yang berbuat salah atau semena-mena. Namun dengan sifat pemarah yang kita punya kita bisa memanfaatkan marah itu untuk menegur yang salah, untuk hal yang bisa memberdayakan bagi kita dan orang lain. Andai sifat kita ini selalu taat dan tak pernah menentang seperti malaikat, mungkin kita hanya diam saja saat melihat hal yang tak seharusnya, hanya diam bila ada pimpinan dzalim atau melakukan kesalahan, hanya perjalan sesuai sistem dan prosedur tanpa pernah ada ide dan inisiatif. Dari dua contoh disini Anda bisa menarik benang merah sendiri untuk contoh yang lain, tentang bagaimana andai manusia hanya meiliki sifat setan atau sifat malaikat saja.

Sifat setan itu bisa memberdayakan, asal dikelola dengan baik. Sifat setan dan malaikat yang ada dalam diri manusia itulah yang membuat manusia mendapat predikat MAKHLUK PALING SEMPURNA ciptaan Tuhan, lebih sempurna dari setan maupun malaikat, yang dipilih untuk menjadi khalifah guna meramaikan kehidupan di muka bumi.

Leave a Reply

Berkomentarlah sebelum komentar itu dilarang.